MEDIABALAP.com (Jakarta) – Team WRT 32 benar-benar mesti bekerja keras pada race 6 Hours of Barcelona, Minggu (18/10). Race yang kontras dari hujan ke kering sama kontrasnya dengan perjalanan lomba Sean Gelael, Augusto Farfus, dan Darren Leung.
Leung bertindak sebagai starting driver dan pebalap Inggris tersebut memulai lomba tak mudah karena trek amat basah. Start dari P6 di kelas LMGT3, Leung sekali lagi berhasil terhindar dari kecelakaan yang menimpa beberapa mobil.
Posisi Leung sendiri naik-turun karena dia sempat ada di P4 namun turun ke P7 dan pada akhirnya setelah melakukan dua stint dari posisi itulah dia bergantian menyetir dengan Sean.
Saat Sean mengemudi inilah posisi tertinggi sempat diraih, yakni P4. Hanya, kendala tingginya tingkat degradasi ban memaksa Sean tak bisa bertahan lama ada di papan atas tersebut.
Apalagi dua penalti berupa tambahan berhenti 5 detik pada pit stop akibat insiden yang dialami Leung dan Sean sendiri karena dianggap melakukan kontak dengan mobil lain, ikut memengaruhi posisi lomba.
Ketika Augusto Farfus tampil sebagai pebalap terakhir WRT 32, drama belum berhenti. Dia lagi-lagi sudah membawa mobil BMW M4 ada di P5, namun kemudian terdeteksi ada pelanggaran kecepatan maksimal saat Virtual Safety Car (VSC).
Akibatnya WRT 32 mesti menjalani drive through penalty dan posisi melorot hingga P13. Pada akhirnya Farfus berhasil membawa finis di P12.
Akan tetapi kemudian ada dua penalti yang menimpa dua mobil di P8 (Proton Competition #88) dan P11 (Garage 59 #58).
Proton Competition #88 didiskualifikasi dari lomba karena gagal berada di parc ferme setelah race secara mandiri. Mobil Ford Mustang mereka berhenti di Tikungan 11 dan mesti diderek.
Sementara tim Garage 59 #58 mengabaikan bendera Hitam dan Oranye (Black & Orange) pertanda mesti berhenti di pit untuk memperbaiki kerusakan mobil.
Pelanggaran ini membuat mereka terkena drive through penalty dan dikonversi tambahan 44 detik dari waktu lomba mereka, karena penalti dikenakan setelah finis.
Team WRT 32 pun diputuskan finis di P10. “Balapan yang tak mudah karena beragam kendala. Kami bersyukur bisa pulang membawa pulang poin,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron.
Sean sendiri dihadapkan pada dua race, GTWCE dan WEC yang bentrok akhir pekan lalu. Namun atas pertimbangan banyak hal WEC diprioritaskan karena ini adalah balapan utamanya.
Tim The Bend Manthey #92 memenangi kelas LMGT3 dan Toyota #8 kelas Hypercar. Putaran terakhir FIA WEC digelar di Monza, Italia, pada 8 November. Sean berpartisipasi di FIA WEC berkat dukungan dari KFC Indonesia, Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, Telkomsel, dan Bank Aladin Syariah. (arl/wto)