You are here
Home > BERITA > Sean Gelael 24 tahun – Ingin bahagiakan orang, Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael 24 tahun – Ingin bahagiakan orang, Catatan A.R. Loebis


Bayi yang lahir melalui operasi cesar di rumah sakit bersalin Puri Cinere pada 1 November 1996 itu – dengan bobot 4,1 kg dan panjang 41 cm – kini sudah dewasa, jangkung dan kekar badannya.

Nama bayi itu Muhammad Sean Gelael, usianya pada 1 November 2020 memasuki 24 tahun. Ia memiliki pergaulan internasional, karena sejak berusia delapan tahun, pria yang dilahirkan ibunda Rini Gelael itu, sudah berkelana berlomba otomotif di dialam dan luar negeri.

“Saya belajar banyak hal selama 15 tahun membalap. Mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya mendapat pengalaman cara bekerja sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula,” kata Sean.

Ya, 15 tahun lalu ia mengawali debutnya di medan laga, tepatnya pada 7-8 Agustus 2005, saat tampil sebagai navigator di samping ayahandanya pada kejuaraan reli sprint putaran tiga di Kota Baru Parahiyangan, Jawa Barat.

“Saya pernah ngomong sama Sean ketika ia masih kecil, bahwa saya adalah pebalap mobil. Eh, dia minta dibuktiin. Pada suatu kesempatan, saya turun di ajang lomba dan lama kelamaan ia pun ikut bersama saya,” tutur Ricardo suatu saat.

Pada 6-7 April 2007 laga putaran pertama reli sprint nasional di Palembang, Sean Gelael turun bersama Arief Indiarto dan mereka berada di urutan kedua setelah Ijeck/Ucha. Sedangkan ayahnya bersama Ian Soejono di urutan keempat. Anak sudah mampu mengalahkan ayah.

Sean kecil diapit ayah bunda

“Saya sudah dikalahkannya,” kata Ricardo “Kadok” Gelael. Sebagai seorang pebalap, Ricardo yang juga juara nasional speed rally 2006, menyaksikan bahwa puteranya itu memiliki bakat menjadi pebalap.
Sejak itu Sean Gelael melanglangbuana dari satu balap ke balap lainnya, mulai dari reli mobil, karting nasional dan Eropa hingga Formula. Ia menggeluti hobinya hingga menjadi profesional dan dikenal di mancanegara.

Dalam karir laga FIA Formula 2, DAMS merupakan tim kelima Sean setelah sebelumnya bersama Carlin, Campos, Arden dan Prema.

Sean pernah mematok dua target pada balapan F2 Juni 2020 di Red Bull Ring, Austria, dan tekadnya terpenuhi ketika masuk urutan peraih poin (10 dan 7) pada laga tanpa penonton karena wabah Covid 19.

Namun sayang, Sean mengalami cedera retak tulang belakang setelah terjadi insiden senggolan mobil dengan Jack Aitken (Campos Racing) pada laga race 1 di Barcelona, sehingga ia absen membalap di Belgia, Monza, Mugello dan Rusia.

Tapi kini Sean telah pulih, ia siap turun pada dua putaran akhir kompetisi FIA Formula 2 2020, di Bahrain pada 29 November dan 6 Desember 2020.

Berbagai masalah teknis dihadapi Sean pada laga musim 2020. Tapi ia amat sabar, bahkan ketenangannya justru membangkitkan semagat kerja timnya. Ayo kita lihat komentar petinggi DAMS setelah Sean membalap di Red Bull Rings.

Kegembiraan ayah dan anak. (arl)
“Apa yang kami alami pekan lalu sungguh tak mengenakkan. Namun Sean justru menyemangati kami untuk bangkit. Dan hari ini terbukti kami bisa bangkit dengan mendapatkan poin dari kedua pebalap,” kata Tean Principle DAMS, Francois Sicard.

Sean tetap bersemangat tinggi. “Saya sudah tidak sabar ingin melanjutkan balapan saya di Bahrain di penghujung November da nasal Desember mendatang,” kata pebalap yang pernah dapat piagam MURI sebagai navigator termuda dunia (10 tahun) itu.

Sean Gelael ketika mencoba mobil F1 Toro Rosso. (jagonya ayam)

Falsafah hidup

Dua hari sebelum memasuki usia 24 tahun, Sean melakukan komunikasi dengan penulis – yang sudah mengikuti kiprah balapnya sejak ia berusia delapan tahun. Pertanyaan pun diajukan:

Apa filosofi hidup Sean?

Filosofi hidup saya adalah selalu berupaya menjadi yang terbaik, seperti yang saya lakukan saat balapan. Untuk itu, saya suka bekerja secara sistematis dan memperhatikan detail-detail kecil dari awal sampai pekerjaan tuntas. Dan yang tak kalah penting, kita menyukai apa yang kita kerjakan.

Apa yang Sean dapatkan setelah 15 tahun membalap?

Saya belajar banyak hal selama 15 tahun membalap, mulai dari belajar disiplin dan bertanggung jawab, sampai bagaimana bekerja keras dan bekerja sama dengan tim. Saya juga mendapat pengalaman cara bekerja yang sistematis dan efisien, mengenali seluk beluk dunia motorsports mulai dari rally, gokart, hingga formula, termasuk bagaimana menghadapi media secara profesional. Selain itu, saya juga belajar banyak dalam menjaga kondisi tubuh melalui pola hidup sehat seperti yang dilakukan atlet profesional pada umumnya.  

Apa yang Sean lekukan setelah berhenti membalap?

Saya ingin membahagiakan keluarga, diri sendiri, dan orang-orang terdekat di bidang apa pun yang saya kerjakan, baik itu di dunia bisnis atau yang lainnya. Apa yang saya raih hari ini tentunya tidak lepas dari dukungan dan kepercayaan mereka.

Sean Gelael bersama tim DAMS. (jagonyaayam)

Ayahandanya, Ricardo Gelael, memberikan pitutur atau nasihat luhur kepada si biran tulang, putera semata wayang, yang ramah dan suka senyum, yang kini berusia 24 tahun itu.

Inilah nasihat ayah kepada puteranya yang usianya semakin bertambah. Nasihat ini secara universal rasanya berlaku pada siapa pun, karena siratannya merupakan inti hakekat hidup di dunia fana ini.

Sean tanpa terasa sudah tumbuh sebagai seorang dewasa. Ia harus memulai hidup di dunia nyata ini. Dunia yang kejam, penuh dengan ketidakpastian, dikelilingi orang-orang yang penuh kepalsuan dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Hanya loyalitas dan kejujuran yg bisa menyelamatkan dia dari semua itu.

Walaupun di dunia motorsport dia belum bisa mendapatkan hasil terbaik, tetapi saya yakin banyak pelajaran positif yang ia dapatkan dari dunia motorsport yang dia geluti sejak umur delapan tahun.  

Dalam hidup, dia harus mempunyai second change (kesempatan lain), semoga dia bisa menjadi orang yang rendah hati, sukses dalam usaha, jujur dan setia dalam perkawanan.

Saya sebagai ayah selalu mengatakan kepada dia, apa pun yang kita telah lakukan, tidak pernah kita sesali. Karena kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah dari segala kegagalan. Itu pesan saya kepada Sean di usia ke-24.  

Kesan dan pesan Ricardo Gelael ini amat dalam: kegagalan adalah pelajaran terbaik, keberhasilan adalah buah segala kegagalan. Kalau tidak pernah gagal, bagaimana tahu arti keberhasilan?

Peringatan Ricardo, hanya loyalitas dan kejujuran yang bisa menyelamatkan Sean – dan tentu siapa saja pun – dari berbagai hal kepalsuan di dunia. Sedangkan nurani Sean membisikkan, ia ingin membahagiakan keluarga dan orang-orang terdekat di bidang apa pun yang ia kerjakan.

Pesan ayah dan keinginan anak yang mulia untuk kehidupan personal, bersosial, dunia dan akhirat.

Sean Gelael, selamat ulang tahun ke-24.  (***)

Leave a Reply

Top