You are here
Home > Catatan A.R. Loebis > Sean Gelael dari Paul Ricard ke Imola, Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael dari Paul Ricard ke Imola, Catatan A.R. Loebis


Sean Gelael dari Paul Ricard ke Imola, Catatan A.R. Loebis

Ini baru pebalap profesional. Bayangkan, balapan di dua tempat berbeda, dengan jenis laga berbeda dan kendaraan berbeda. Beda waktu kedua laga itu terpaut hanya tujuh hari.

Inilah yang dilakoni Sean Gelael, yang mulai membalap di usia 10 tahun, meraih berbagai gelar kemenangan pada jenis yang sama dan berbeda, bahkan ia merupakan  pebalap pertama Indonesia yang naik podium di gelaran balap kondang Le Mans 24 Jam.

Apa yang dilakukan Sean Gelael ini merupakan hakekat olahraga dan hakekat atlet, yaitu siap berlaga kapan saja dan dimana saja. Orang tinju menyebutknya: Ksatria di atas dan di luar ring.

Pada 11 April 2026 Sean Gelael tampil dalam laga putaran pertama GTWCE (GT World Challenge Europe) di Sirkuit Paul Ricard, Perancis.

Kemudian pada 18 April 1026 ia harus turun lagi di Sirkuit Imola, Italia, pada laga Kejuaraan dunia ketahanan FIA WEC.

Kejuaraan ini merupakan laga awal jenis kejuaraan ini, yang saharusnya diadakan di Qatar, tapi ditunda karena situasi perang di Timur Tengah.

Nah pada laga di Paul Ricard, Sean menghadapi tantangan berat dan pada akhir laga muncullah berita dengan judul “Balapan Tak Mudah bagi Tim AF Corse 50 di Pembuka GTWCE”

Awal musim GT World Challenge Europe berjalan dengan mseru, namun sayangnya keseruan itu tidak melibatkan para pebalap Ferrari, terutama tim AF Corse 50.  

ilustrasi – Sean DKK sedang melakukan pengambilan posisi start pada Sabtu dan ia akan melaju dari star 10 pada laga GT3 Eropa di Sirkuit Paul Ricard. minggu lalu. (jagonya ayam)

Sean Gelael, Lilou Wadoux, dan Arthur Leclerc malah berkutat dengan problem yang mereka alami dan itu sangat memengaruhi hasil akhir lomba yang berlangsung di Sirkuit Paul Ricard, Prancis, Sabtu (11/4).

Sean menjadi starting driver untuk tim AF Corse 50. Start dari P10 kelas Pro bisa dilalui dengan baik, karena Sean tak terlibat dua insiden beruntun di Tikungan 1 dan 2 yang menyebabkan Safety Car (SC) mesti menetralisir balapan selama sekitar 15 menit.

Begitu balapan dimulai lagi, Sean berada di sekitar P10 atau P11. Namun sayang, ketika ia mulai mendapatkan ritme lomba dan ingin beranjak naik, rekan setim Lance Stroll di tim Comtoyou Racing 18, Mari Boya, menabraknya.

Sean lalu melintir dan posisi lomba pun turun. Boya dan timmnya kemudian terkena penalti drive through.

Setelah Sean hanya mengemudi selama satu stint, Wadoux kemudian mengambil alih lomba untuk dua stint sekaligus. Sayangnya lagi selama itu dia mengalami dua insiden, pertama sempat melintir dan kedua abai terhadap blue flag, di mana dia mesti memberi jalan kepada pebalap lain.

Karena abai itu lah tim AF Corse 50 kena penalti 30 detik saat melakukan pit stop berikutnya, di mana itu dijalani saat penggantian dari Lilou ke Sean lagi.

Posisi lomba pun tambah menurun lagi. Setelah itu semua menjadi sulit untuk sekadar meraih poin di Top 10. Arthur sebagai pebalap terakhir yang turun untuk dua stint sekaligus juga akhirnya hanya mampu membawa tim ini finis di P12.

Keseruan itu sendiri terjadi ketika tim MANN-FILTER Mercedes-AMG kehilangan posisi pertama pada 10 menit terakhir. Padahal, mobil nomor 48 itu memimpin lomba selama 5 jam 50 menit.

Penyebabnya adalah performa apik Nicki Thiim bersama tim Comtoyou Racing. Pebalap Denmark yang mengendarai Aston Martin nomor 7 itu memanfaatkan SC yang masuk di sekitar 30 menit menjelang finis.

Setelah SC keluar trek dan balapan berlangsung normal, Thiim menempel Lucas Auer untuk memburu P1. Thiim akhirnya benar-benar menyusul Auer dan unggul saat finis hanya berselisih 0,806 detik.

Putaran kedua GTWCE – Endurance Cup digelar di kandang Ferrari, Sirkuit Monza pada akhir Mei. Sean dan tim AF Corse tentu ingin bangkit di depan pendukung mereka. 

Ketika di ALMS

Jangan keliru, sebelum tampil di Paul Ricard, Sean sudah tampil dalam kejuaraan Asian Le Mans Series (ALMS) pada akhir 2025 dan awal 2026 di Sepang, Dubai dan Abu Dhabi.

Berikut ini berita pada putaran terakhir yang keenam:

Jakarta – Memang tidak ada podium atau apalagi kemenangan, namun trio AF Corse 51, Sean Gelael, Davide Rigon, dan Charly Samani, layak mengakhiri musim Asian Le Mans Series 2025-26 dengan catatan manis. 

Sean ketika tampil di kejuaraan Asian Le Mans Series di Sirkuit Sepang, Malaysia. (jagony ayam)

Mobil mereka yang senantiasa bermasalah menjadi penghambat meraih hasil bagus. Bahkan setelah Race 5 di Abu Dhabi, penggantian mesin Ferrari mesti dilakukan.

Sebelum balapan pamungkas ALMS, Race 6, pada Minggu (8/2) Rigon sempat menjajal hasil penggantian mesin tersebut pada sesi warm-up. Menurutnya mesin sudah oke, walau mesti ada perbaikan sedikit dari jaringan kabel.

Akhirnya semua perbaikan selesai tepat waktu sebelum Race 6 digelar di Sirkuit Yas Marina. Samani masih dipercaya jadi pebalap pertama dan dia start dari P15. 

Baru berjalan sekitar 40 menit, balapan mesti dihentikan. Tabrakan hebat yang melibatkan mobil kelas GT, Kessel Racing 15, dengan mobil LMP2, Algarve Pro Racing 25, memaksa Race Director Gwen Bourcier mengeluarkan sinyal Red Flag.

Balapan dihentikan selama 70 menit, untuk perbaikan lintasan dan yang terpenting pagar pengaman yang terhantam keras saat insiden. Menariknya, walau balapan dihentikan lebih dari satu jam tersebut, tidak ada penambahan durasi lomba.

Tentu saja terjadi perubahan strategi mengingat driving time setiap pebalap juga ikut terkoreksi karena durasi normal lomba yang mestinya empat jam jadi berkurang drastis.

Setelah balapan dilanjutkan, Samani masih meneruskan tugasnya sebelum pindah ke Rigon. Ketika berganti pebalap, posisi AF Corse 51 masih di P12. Dan Rigon sempat menaikkan posisi, walau tak banyak karena jatah mengemudi dia hanya sebentar.

Barulah ketika Sean menyetir, posisi lomba perlahan mulai naik. Pertama masuk Top 10, lalu P8, P7, dan akhirnya finis di P5. Sebuah perjuangan sekaligus pembuktian bahwa bila tidak ada kendala teknis mereka sebenarnya bisa sangat bersaing di ALMS.

“Alhamdulillah, dengan segala tantangan dan kesulitan sejak di Dubai akhirnya kami bisa mengakhiri musim dengan finis P5. Terima kasih untuk tim AF Corse dan dua rekan saya atas semua hasil ini,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo.

Race 6 kelas GT dimenangkan oleh tim Ecurie Ecosse Blackthorn 56 (Aston Martin), sementara di kelas LMP2 dan LMP3 tim DKR Engineering 3 dan 23Events Racing 23 jadi pemenang.

Siap ke Imola

Daftar para peserta balaman 6 Hours of Imola – sebagai pembuka laga FIA WEC musim 2026 yang berlangsung 17-19 April – sudah diumumkan resmi.

ilustrasi – Sean ketika meraih juara P1 di Imola. (jagonya ayam)

ini menandakan para pebalap dan tim mulai sibuk untuk mempersiapkan diri dalam usaha meraih makhkota kemenangan untuk musim ini.

Sebanyak 35 mobil berkaliber akan tampil – 17 di antaranya masuk kategori hypercar dan 18 lainnya akan saling adu kecepatan di kelas LMGT3  – berdaangan dari berbagai pabrik mobil, di antaranya daari 14 merek kondang : Alpine, Aston Martin, BMW, Cadillac, Cormobil vette, Ferrari, Ford, Genesis, Lexus, McLaren, Mercedes-AMG, Peugeot, Porsche dan Toyota.

Sean akan kembali tampil bersama tim WRT yang pernah meraih empat podium pada kejuaraan 2025 bersama dua mobil M4 LMGT3 Evos.

Dari enam pebalap yang tampil tahun lalu, lansir laman fiawec.com, hanya mantan juara Piala GT FIA Dunia (FIA GT World Cup) Farfus yang bertahan dan ia tampil lagi bersama tim Belgia itu untuk musim ketiganya. Sean juga akan ditemani rekan lamanya, Darren Leung, yang pernah membawa kemenangan  di Imola dan runner-up di kelas mereka ketika tanding di  Le Mans 24 Jam tahun lalu.

Awal musim lalu, Sean dan pebalap Inggris Leung tampil sebagai pemenang di kejuaraan di COTA September bersama tim United Autosports.

“Saya gembira dapat membalap lagi bersama Sean dan Darren,” kata Fargus dengan bersemangat.

“Kami beberapa kali tampil bagus dan berhasil sepanjang 2024. Kami kini memasuki musim ketiga kami di kancah laga FIA WEC. Kami merasa lebih kompak dan berpengalaman. Kami akan berjuang serius untuk mendapatkan gelar di musim mendatang,” tambahnya.

Pada 21 April 2024, Sean juara pertama (P1) saat berlaga pada putaran kedua kejuaraan dunia lomba ketahanan FIA WEC di sirkuit sepanjang 4,9 km itu.

Kemenangan ini menjadi catatan sejarah bagi pabrik BMW, juara untuk pertama kalinya pada lomba ketahanan FIA WEC, yang sudah berlangsung sejak 2012 dan Sean Gelael menjadi salah satu pebalap pembuat sejarah (history maker).

Sean yang didukung tim WRT dan mengendarai mobil BMW M4 dengan nomor pintu 31, bertengger di P1 bersama rekannya Darren Leung dari Inggris dan Augusto Farfus asal Brasil.

“Kami akan berusaha berbuat yang terbaik seperti pada balapan lainnya. Kami sudah siap,” komentar Sean jelang tampil di Imola akhir minggu ini. (arl)

Top