MEDIABALAP.com (Jakarta) – Apa yang dilawan oleh Sean Gelael, Arthur Leclerc, dan Lilou Wadoux pada 24 Hours of Spa sepanjang Sabtu (27/6) dan Minggu? Banyak! Tapi mereka membuktikan bisa melewati semua rintangan tersebut secara heroik dan meraih hasil luar biasa.
Posisi start 28 (P28) adalah hambatan pertama. Itu artinya mereka benar-benar start dari bagian tengah karena jumlah peserta GT World Challenge Europe (GTWCE) di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia itu sebanyak 69 mobil.
Bisa menghindar dari kecelakaan yang biasanya terjadi saat start tentu bukan tugas ringan. Dan Sean sebagai starting driver sekali lagi mampu menjalankan tugas itu, seperti yang ia perlihatkan di Paul Ricard dan Monza.
Sean berhasil membawa mobil Ferrari tim AF Corse 50 keluar dari kerumunan dengan selamat. Insiden memang terjadi bukan selepas start, namun itu tetap ada tak lama setelahnya sehingga Safety Car (SC) mesti mentralisir lomba.
Tugas berikut adalah, menaikkan posisi lomba satu per satu. Dan itu mampu dilaksanakan dengan baik pula oleh Sean. Ketika dia menyerahkan kendali lomba ke Arthur, posisinya sudah di urutan belasan.
Akibat gelombang panas yang kini sedang melanda Eropa, cuaca sangat tak bersahabat di mana suhu udara tertinggi adalah 42 derajat dan suhu di permukaan trek mencapai 62 derajat Celsius. Dan itu adalah musuh lain semua pebalap, terutama bagi mereka yang sedang mengejar posisi seperti Sean, Arthur, dan Lilou sehingga jadi terasa bertambah berat.
Usaha lain adalah menghindari benturan dan penalti. Arthur sempat dihajar salah satu mobil Audi sehingga keluar trek dan mobil pun agak rusak, namun recovery yang dilakukannya sangat baik. Memang karena semua mobil berjenis GT3 dan berkemampuan sama, benturan antar-peserta adalah hal lumrah di ajang GTWCE ini.
Penalti juga adalah momok yang tak bisa dianggap remeh sepanjang balapan. Nyaris semua peserta terkena walau dengan porsi berbeda. Dan salah satu kunci kalau mau berhasil mendapatkan hasil baik adalah menghindari penalti besar.
Dan AF Corse 50 melakukan itu! Mereka hanya kena penalti 30 detik akibat melanggar track limit. Dan hukuman ini relatif kecil dibanding tim-tim lain yang bisa mencapai ratusan detik dan berulang, atau bertumpuk karena ditambah dengan penalti-penalti jenis lain.
Setelah semua musuh itu ditaklukkan, selebihnya adalah menjaga posisi lomba. Cara AF Corse 50 adalah, Sean dari P28 menaikkan posisi lomba hingga menjadi di posisi belasan, Arthur ke Top 10, lalu Lilou mengamankan posisi tersebut, sebelum Arthur menutup race nan melelahkan itu di P5. Sebuah kerja sama tim yang hebat dari AF Corse 50!
“Ini benar-benar kerja keras untuk dapatkan P5. Start dari belakang, sempat naik tapi lalu turun lagi, mobil kena hajar dan rusak, panas luar biasa, tapi kami tetap bertarung sengit. Saya sangat bangga dengan tim AF Corse 50 dan rekan-rekan berkaliber bintang pada Arthur dan Lilou. Terima kasih semua!” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron.
Tim Lionspeed GP 80 yang mengendarai Porsche menjadi pemenang, di mana AF Corse 51 yang lama memimpin balapan mesti puas finis di P3 akibat ban pecah dan insiden lain yang mereka alami.
Race berikut GTWCE – Endurance Cup adalah di Nurburgring, Jerman, pada akhir Agustus 2026. Sean berpartisipasi di GTWCE berkat dukungan dari KFC Indonesia, Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, Telkomsel, dan Livin’ by Mandiri. (arl/wto)