You are here
Home > Catatan A.R. Loebis > Le Mans 24 Jam dan Spa 24 Jam yang mendebarkan, Catatan A.R. Loebis

Le Mans 24 Jam dan Spa 24 Jam yang mendebarkan, Catatan A.R. Loebis


Le Mans 24 Jam dan Spa 24 Jam yang mendebarkan, Catatan A.R. Loebis

Hanya dalam rentang waktu dua minggu, tepatnya 15 Juni ke 27 Juni 2026, Sean Gelael berlomba masing-masing dalam 24 jam, dalam ajang mendebarkan dengan hasil mencengangkan.

Sean yang pernah naik podium Le Mans 24 Jam (2021 dan 2024), berusaha keras mengulang sukses pada laga 2026. Ia mengawali laga pada P5 dan setelah mengalami laga mendebarkan akhirnya selesai pada P7.

Lebih seru pada laga Spa 24 Jam 27 Juni 2026, Sean bersama timnya AF Corse 50 dalam laga GTWC Eropa,  mengawali lomba dari posisi P28 dan finis di P 5.

Pada balap ketahanan bergengsi Le Mans 24 Jam 2021, Sean di kelas LMP2 mencetak debut bersama Jota Sport pada P2 dan dan kembali P2 pada 2024 di kategori LMGT3 bersama tim WRT.

Nah, pada laga Le Mans 24 Jam dan Spa 24 Jam 2026 lalu, akhir lomba memang berujung pada posisi urutan menyentuh garis finis, namun kedua lomba itu menunjukkan proses lomba yang amat mendebarkan.

Sean Gelael di hadapan para penggemar laga dalam parade jelang laga Le Mans 24 Jam 2026 di Prancis, Sabtu. (jagonya ayam)

“Ini benar-benar kerja keras untuk dapatkan P5. Start dari belakang, sempat naik tapi lalu turun lagi, mobil kena hajar dan rusak, panas luar biasa, tapi kami tetap bertarung sengit. Saya sangat bangga dengan tim AF Corse 50 dan rekan-rekan berkaliber bintang pada Arthur dan Lilou. Terima kasih semua!” itu komentar Sean Gelal  usai lomba GTWC di Spa.

Bagaimana serunya laga Le Mans 24 Jam (putaran 3 FIA WEC) dan GTWC Spa 24 Jam (putaran 3 GT Eropa)?

Lomba ini berbeda jenisnya, beda mobilnya, beda rekan setimnya, peraturannya, beda sirkuitnya, beda iklimnya, beda strateginya.  Tapi sama-sama berelangsung 24 jam. Sama-sama butuh kekuatan fisik dan mental dalam melakoninya.

Kita ikuti jalannya lomba kedua laga itu dalam berita berikut ini.

Lomba Le Mans 24 Jam (15 Juni 2026) :

Segenap Usaha Dikerahkan untuk Sampai P3, tapi Akhirnya Finis P7.

Team WRT 32 sangat mantap menatap podium 24 Hours of Le Mans. Taktik utama ditetapkan, sambil menyiapkan cadangannya. Pada eksekusinya, semua tergantung situasi dan kondisi selama lomba berlangsung di Circuit de la Sarthe dari Sabtu (13/6) hingga Minggu.

Menempatkan Augusto Farfus sebagai starting driver membuahkan hasil di mana WRT 32 selalu berada di posisi podium. Dan ketika menyerahkan kendali lomba ke Darren Leung pun posisi ada di P3.

Ketika Leung berlaga, beberapa opsi dilihat. Pebalap Inggris ini mengakui bahwa tadinya dia diproyeksikan untuk melakukan dua stint, lalu berubah jadi empat, dan akhirnya lima sekaligus!

“Rencana A1 adalah saya double stint, lalu A2 empat stint, dan tim melihat ada peluang untuk menjalankan stint kelima dan itulah yang kami lakukan,” ujar Leung.

Sean Gelael bersama rekan setimnya pada kejuaraan Le Mans 24 Jam di Prancis, akhir minggu. (jagonya ayam)

Team WRT 32 mempertimbangkan bahwa Leung sangat konsisten dengan kecepatannya, yang diukur dari sesama pebalap Bronze lain. Bahkan, ketika Leung diminta untuk melakukan tiga stint tambahan dengan selingan Farfus kembali mengemudi di antaranya, dia menyanggupinya.

Saat itu memang hanya Farfus dan Leung yang menggeber BMW M4 GT3. Sean Gelael masih dibiarkan “menganggur” selama berjam-jam.

Momen insiden yang dialami Francesco Castelacci (AF Corse 54), di mana dia bersenggolan dengan Giammarco Levorato (Proton Competition 88) dan membuat mobilnya terdampar, menyebabkan Safety Car (SC) masuk dan menetralisir lomba.

Sayangnya, keberadaan SC tidak banyak membantu WRT 32 dan bahkan cenderung merugikan. Posisi Leung yang tadinya di P10 malah jadi P16 setelah semua prosesi SC selesai.

Keharusan menunggu di pintu keluar pit sampai SC dan rangkaian mobil di belakangnya lewat, jadi penyebab. Itulah risiko masuk pit pada periode SC.

Setelah lomba berlangsung lebih dari 10 jam dan driving time (jatah membalap) Leung habis, yakni minimal enam jam, barulah Sean tampil. Dia masuk menggantikan Leung pada pukul 2:20 dini hari waktu setempat, atau setelah balapan berdurasi 10 jam 20 menit.

Dengan demikian, selama 13 jam 40 menit berikutnya WRT 32 memberikan tanggung jawab lomba hanya kepada dua orang, Sean dan Farfus. Tugasnya, menaikkan posisi lomba ke tempat yang bagus. Tugas yang menguras fisik dan mental.

Dari P16 tentu itu bukan hal mudah dan butuh kondisi yang menguntungkan, karena mereka sudah tertinggal sangat jauh dengan tim-tim deretan atas di kelas LMGT3.

Bertahap, itu pasti. Sean dan Farfus pun pelan-pelan membaik. Setelah ada di P10, kondisi menguntungkan itu pun tiba. Tergelincirnya pebalap Turki, Ayhancan Guven (tim Manthey DK Engineering 91) membuat SC masuk lagi ke trek.

Dan bila pada SC pertama merugikan, kali ini keberadaannya justru menguntungkan Team WRT 32. Posisi mereka setelah itu naik hingga ke P3.

Namun, terjadi pelanggaran terhadap prosesi Slow Zone membuat WRT 32 terkena penalti drive through. Posisi lomba pun turun lagi hingga ke P7, sekaligus sebagai posisi akhir balapan panjang dan melelahkan putaran tiga FIA World Endurance Championship tersebut.

Tim TF Sport 33 (Corvette) keluar sebagai pemenang kelas LMGT3, di mana di kelas utama, Hypercar, Toyota berhasil mematahkan dominasi Ferrari. Kelas LMP2 jadi milik tim Inter Europol Competition 43.

Putaran empat FIA WEC digelar di Brasil dalam balutan 6 Hours of Sao Paulo, tanggal 12 Juli 2026.  (mr.com / loe)

Berikut berita GTWC (27 Juni 2026) :

Heroik Lewati Banyak Rintangan, Sean dan Tim Bangkit dari P28 ke P5!

 

Apa yang dilawan oleh Sean Gelael, Arthur Leclerc, dan Lilou Wadoux pada 24 Hours of Spa sepanjang Sabtu (27/6) dan Minggu? Banyak! Tapi mereka membuktikan bisa melewati semua rintangan tersebut secara heroik dan meraih hasil luar biasa.

Posisi start 28 (P28) adalah hambatan pertama. Itu artinya mereka benar-benar start dari bagian tengah karena jumlah peserta GT World Challenge Europe (GTWCE) di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia itu sebanyak 69 mobil.

Perjuangan berat Sean Gelael bersama timnya, mengangkat posisi mereka dari urutan 28 ke tangga kelima. (jagonya ayam)

Bisa menghindar dari kecelakaan yang biasanya terjadi saat start tentu bukan tugas ringan. Dan Sean sebagai starting driver sekali lagi mampu menjalankan tugas itu, seperti yang ia perlihatkan di Paul Ricard dan Monza.

Sean berhasil membawa mobil Ferrari tim AF Corse 50 keluar dari kerumunan dengan selamat. Insiden memang terjadi bukan selepas start, namun itu tetap ada tak lama setelahnya sehingga Safety Car (SC) mesti mentralisir lomba.

Tugas berikut adalah, menaikkan posisi lomba satu per satu. Dan itu mampu dilaksanakan dengan baik pula oleh Sean. Ketika dia menyerahkan kendali lomba ke Arthur, posisinya sudah di urutan belasan.

Akibat gelombang panas yang kini sedang melanda Eropa, cuaca sangat tak bersahabat di mana suhu udara tertinggi adalah 42 derajat dan suhu di permukaan trek mencapai 62 derajat Celsius. Dan itu adalah musuh lain semua pebalap, terutama bagi mereka yang sedang mengejar posisi seperti Sean, Arthur, dan Lilou sehingga jadi terasa bertambah berat.

Usaha lain adalah menghindari benturan dan penalti. Arthur sempat dihajar salah satu mobil Audi sehingga keluar trek dan mobil pun agak rusak, namun recovery yang dilakukannya sangat baik. Memang karena semua mobil berjenis GT3 dan berkemampuan sama, benturan antar-peserta adalah hal lumrah di ajang GTWCE ini.

Penalti juga adalah momok yang tak bisa dianggap remeh sepanjang balapan. Nyaris semua peserta terkena walau dengan porsi berbeda. Dan salah satu kunci kalau mau berhasil mendapatkan hasil baik adalah menghindari penalti besar.

Dan AF Corse 50 melakukan itu! Mereka hanya kena penalti 30 detik akibat melanggar track limit. Dan hukuman ini relatif kecil dibanding tim-tim lain yang bisa mencapai ratusan detik dan berulang, atau bertumpuk karena ditambah dengan penalti-penalti jenis lain.

Setelah semua musuh itu ditaklukkan, selebihnya adalah menjaga posisi lomba. Cara AF Corse 50 adalah, Sean dari P28 menaikkan posisi lomba hingga menjadi di posisi belasan, Arthur ke Top 10, lalu Lilou mengamankan posisi tersebut, sebelum Arthur menutup race nan melelahkan itu di P5. Sebuah kerja sama tim yang hebat dari AF Corse 50!

Sean kembali turun pada race berikut GTWCE – Endurance Cup adalah di Nurburgring, Jerman, akhir Agustus 2026.  (mr.com.)

Dari laga ke laga Sean menunjukkan perjuangan hebat dan proses laga di kedua kejuaraan itu terlukis pada berita di atas.

Sean Gelael ketika naik panggung menerima piala anugerah IMI Award di Jakarta, Rabu malam. (jagonya ayam)

Sean Gelael, yang meraih penghargaan pada acara IMI Award 2025 di The Tribrata Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026, masih terus akan berjuang sesuai tuntutan profesinya.

Sean dalam acara penghargaan IMI, menerima anugerah untuk International Achievement, kategori balap mobil.

Penggemar laga otomotif khususnya pendukung Sean Gelael, pasti tidak sabar untuk menyaksikan laga-laga Sean berikutnya. Selamat berjuang Sean! (arl)

Top